SERTIFIKASI HUTAN

 

Dalam rangka pemenuhan terhadap regulasi maupun persyaratan standar lainnya sekaligus pembuktian terhadap praktek pengelolaan hutan yang memenuhi norma-norma kelestarian maka strategi melalui sertifikasi pengelolaan hutan lestari baik mandatory/wajib maupun voluntary/sukarela ditempuh oleh Unit Manajemen untuk melihat sejauh mana praktek pengelolaan hutan sudah memenuhi persyaratan yang ada.

Sertifikasi yang telah ditempuh oleh Unit Manajemen antara lain:

1. Sertifikasi PHPL, bersifat wajib sesuai Permenhut No. P.43/Menhut-II/2014 tentang Penilaian Kinerja PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu Pada Pemegang Izin atau Pada Hutan Hak.Masa berlaku sertifikat 18 Agustus 2015 sampai 17 Agustus 2020 dengan no sertifikat 824 407 150058, dilakukan oleh LPPHPL TUV Rheinland Indonesia.

2. Sertifikasi PHTL LEI, bersifat sukarela, masa berlaku sertifikat 26 Agustus 2015 sampai 25 Agustus 2020 dengan no sertifikat TRID-PHTL-0003, dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Rheinland Indonesia.

3. Sertifikasi IFCC-PEFC, bersifat sukarela, masa berlaku 27 Desember 2016 sampai 26 Desember 2019 dengan no sertifikat IDN231600011, dilakukan oleh Bureau Veritas Certification.

4. Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), bersifat wajib sesuai PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3.

5. Sertifikasi ISO 14001:2015 , bersifat sukarela, masa berlaku sertifikat 22 Maret 2018 sampai 21 Maret 2021 dengan no sertifikat 01 104 1735156, dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Rheinland Indonesia.

6. Sertifikasi BS OHSAS 18001:2007, bersifat sukarela, masa berlaku sertifikat 22 Maret 2018 sampai 21 Maret 2021 dengan no sertifikat 01 113 1735156, dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi TUV Rheinland Indonesia